Ziarahi Makam ‘Raja Lakidende’, Pj Bupati Harmin Ramba Gelar Prosesi Adat

Pj Bupati, DR. H. Harmin Ramba, pimpin ucapara HUT Konawe Ke-64

KONAWE – Pj Bupati Konawe, DR. H. Harmin Ramba, SE., MM, berziarah ke makam Raja Lakidende sekaligus melangsungkan prosesi adat ‘Mosehe’ sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para pejuang Kerajaan Konawe di masa lampau dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT Konawe Ke-64, Minggu (3/3/2024).

Agenda ziarah itu, turut dihadiri oleh Dr. H. Lukman Abunawas, SH., M.Si, yang dinobatkan sebagai Mokole Konawe XXXIV (Ke-34) bersama gabungan ormas adat Panglima Kapita Tamalaki dari berbagai daerah Se-Kabupaten Konawe.

Bukan hal yang tak lazim, penghormatan kepada leluhur merupakan bagian dari bentuk pelestarian nilai-nilai kebudayaan dan adat istiadat kedaerahan.

 

DR. H. Harmin Ramba, SE., MM, ziarahi makam Raja Lakidende di Arombu, usai pelaksanaan upacara HUT Konawe Ke-64

Sebagai bagian dari rangkaian Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Konawe yang Ke-64, prosesi adat ‘Mosehe’ di lokasi Makam Raja Lakidende, yang terletak di Arombu, Kota Unaaha, Kabupaten Konawe.

Prosesi adat ‘Mosehe’ adalah rangkaian tradisi budaya adat suku Tolaki, dengan melakukan ritual penyembelihan hewan kerbau putih sebagai wujud rasa syukur serta penghormatan kepada arwah para leluhur yang telah berjuang pada masanya, hingga Konawe yang dikenal hari ini memiliki nilai sejarah perjuangannya.

Di kesempatan itu, Pj Bupati Harmin Ramba menjelaskan terkait makna prosesi adat ‘Mosehe’ sebagai bentuk pelestarian kebudayaan Konawe dan implementasinya dalam norma kehidupan bermasyarakat.

Dr. H. Lukman Abunawas, SH., M.Si (kiri), DR. H. Harmin Ramba, SE., MM (kanan) di upacara Peringatan HUT Konawe Ke-64

“Ini adalah bentuk penghargaan kita kepada leluhur dan tradisi yang telah membentuk identitas dan kearifan lokal Konawe”, ungkap Harmin

Harapnya, semoga dengan eksistensi tradisi adat yang terus dijaga kelestariannya, mampu melahirkan insan-insan Konawe yang menjunjung tinggi nilai keluhuran serta kekayaan budaya untuk masa depan Konawe yang lebih baik di masa mendatang.

Pada penafsirannya, prosesi adat ‘Mosehe’ bukan hanya sekedar ritual upacara biasa, melainkan tradisi menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Konawe sebagai jati diri yang beradab dan bermartabat terhadap kemakmuran masyarakat suku adat Tolaki. (Red*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *